Hal yang Wajib Diketahui Sebelum Pasang Kateter di Rumah

Table of Contents
Persiapan dan hal yang harus diketahui sebelum pasang kateter di rumah

Hal yang Harus Diketahui Sebelum Pemasangan Kateter di Rumah

Pemasangan kateter urin (terutama jenis Foley) adalah prosedur vital yang membantu mengalirkan urine secara terus-menerus melalui selang fleksibel dari uretra ke kandung kemih. Pemasangan kateter di rumah biasanya dilakukan untuk mengatasi retensi urine, setelah operasi, atau untuk pasien lansia dan pasien dengan gangguan saraf kencing. Kunci keberhasilan prosedur ini adalah persiapan pasang kateter yang matang dan penggunaan teknik aseptik (steril) untuk mencegah infeksi saluran kemih.

Memahami setiap tahap prosedur ini adalah Pilihan Cerdas Keluarga Profesional yang memberikan Anda Kontrol Penuh atas perawatan pasien.

1. Definisi dan Indikasi Pemasangan Kateter

Kateter urin hanya direkomendasikan jika benar-benar diperlukan sesuai dengan pedoman dari CDC (Centers for Disease Control and Prevention) untuk meminimalkan infeksi. Prosedur ini harus segera dihentikan ketika indikasi medis sudah tidak ada, karena risiko infeksi akan meningkat seiring dengan durasi pemasangan.

Indikasi umum yang memerlukan pemasangan kateter di rumah meliputi:

  • Mengatasi retensi urine atau operasi tertentu.
  • Membantu pasien lansia, pasca-bedah, atau dengan gangguan saraf kencing.

Jika Anda membutuhkan pemasangan atau ganti kateter di rumah, pastikan Anda menggunakan Perawat Profesional bersertifikasi.

2. Persiapan Penting dan Teknik Aseptik

Prosedur pemasangan kateter bukan dilakukan sembarangan; harus oleh perawat, dokter, atau caregiver yang terlatih untuk menghindari komplikasi. Menggunakan teknik aseptik adalah wajib untuk menjaga sterilitas dan mencegah kontaminasi.

Persiapan Lingkungan dan Pasien

Persiapan yang ketat akan memberikan Anda Ketenangan Pikiran karena menjamin Standar Rumah Sakit diterapkan di rumah:

  • Cuci tangan sebelum dan sesudah prosedur.
  • Gunakan teknik aseptik yang meliputi sarung tangan steril dan lap steril.
  • Sediakan pelumas steril atau campuran gliserin yang akan membantu memasukkan selang.
  • Pastikan lingkungan di sekitar pasien bersih.

Posisi Pemasangan

Posisi pasien saat kateter dipasang harus nyaman dan memungkinkan akses mudah bagi perawat:

  • Pasien pria atau wanita bisa berbaring terlentang dengan paha sedikit dibuka.
  • Pasien juga bisa duduk di toilet jika diperlukan.
  • Pelumas steril membantu memasukkan selang hingga urine mengalir. Balon kateter kemudian digembungkan dan kantong urine disambungkan.

3. Risiko dan Komplikasi yang Harus Diwaspadai

Meskipun pemasangan kateter sangat membantu, ada risiko yang harus diwaspadai yang frekuensinya meningkat setiap hari kateter terpasang.

Risiko Utama Pasca Pemasangan:

  • Infeksi Saluran Kemih (UTI): Ini adalah risiko utama. Frekuensi infeksi meningkat seiring waktu, mencapai hampir 100% setelah satu bulan pemasangan.
  • Kerusakan Uretra: Risiko ini timbul jika prosedur dilakukan secara tidak benar.
  • Perdarahan atau Kram: Pasien mungkin mengalami perdarahan, kram kandung kemih, atau risiko balon kateter pecah.
  • Risiko pada Pria: Pada pria tanpa khitan, ada potensi komplikasi seperti paraphimosis dan striktur uretra.

4. Perawatan Rutin dan Kapan Harus Konsultasi

Perawatan yang dilakukan setelah pemasangan kateter sangat penting untuk mencegah infeksi saluran kemih dan menghindari keluhan pasien kateter.

Perawatan Pasca Pemasangan Kateter:

  • Pengosongan Urine Bag: Kosongkan kantong urine setiap 6–8 jam dan jangan sampai penuh.
  • Posisi Kantong: Pastikan kantong urine selalu berada di bawah level kandung kemih untuk mencegah backflow (aliran balik).
  • Kebersihan: Cuci area sekitar kateter setiap hari menggunakan sabun lembut dan air hangat. Ini adalah bagian dari menjaga kebersihan kateter.
  • Stabilisasi Selang: Stabilkan selang pada paha pasien agar tidak tertarik dan alirannya tetap lancar.
  • Hidrasi: Pastikan pasien cukup minum dan konsumsi serat untuk mencegah konstipasi.

Tanda Bahaya (Kapan Harus ke Rumah Sakit)

Segera hubungi fasilitas kesehatan atau rumah sakit jika Anda melihat tanda-tanda berikut:

  • Darah pada urine atau selang kateter.
  • Demam atau nyeri parah.
  • Pembengkakan, urine keruh, atau bau kuat yang tidak normal.
  • Urine sedikit atau tidak keluar sama sekali.

Peninjau Medis: Artikel ini telah ditinjau secara profesional untuk memastikan keakuratan klinis sesuai standar praktik keperawatan.

FAQ

Apa yang dimaksud dengan kateter urin?

Kateter urin adalah selang fleksibel yang dimasukkan melalui uretra ke kandung kemih untuk mengalirkan urine secara terus-menerus, sering digunakan untuk pasien retensi urine atau pasca-operasi.

Siapa yang boleh melakukan pemasangan kateter di rumah?

Prosedur pemasangan kateter harus dilakukan oleh perawat, dokter, atau caregiver yang sudah terlatih untuk menjamin sterilitas dan menghindari komplikasi.

Apa risiko terbesar setelah pemasangan kateter?

Risiko terbesar adalah Infeksi Saluran Kemih (UTI), yang frekuensinya meningkat setiap hari kateter terpasang. Risiko lain meliputi kerusakan uretra atau perdarahan.

Bagaimana cara menjaga kebersihan kantong urine?

Kantong urine harus dikosongkan setiap 6-8 jam. Selain itu, pastikan posisi kantong selalu di bawah level kandung kemih untuk mencegah aliran balik (backflow).

Kapan kateter harus segera dilepas?

Kateter harus dilepas segera setelah indikasi medis untuk penggunaannya sudah tidak ada, karena risiko infeksi akan meningkat seiring lamanya kateter dipasang.