Jenis Layanan Perawat di Rumah Mencakup Infus, NGT, Kateter & Dukungan Holistik
Layanan Perawat di Rumah Menjelajahi Jenis Perawatan Klinis Invasif dan Dukungan Holistik
Perawatan Kesehatan di Rumah (Home Care - HC) adalah pelayanan kesehatan yang berkesinambungan dan komprehensif yang diberikan kepada individu dan keluarga langsung di tempat tinggal mereka. Perawat yang berpraktik di rumah merupakan garda terdepan dan memegang peran sentral sebagai pemberi Asuhan Keperawatan, bertujuan untuk memaksimalkan kemandirian klien (self-care deficit) dan meminimalkan kecacatan akibat penyakit.
Layanan perawat di rumah mencakup cakupan yang luas, dari pelayanan medik, asuhan keperawatan, hingga dukungan sosial dan rehabilitasi. Berikut adalah rincian jenis-jenis layanan utama yang disediakan oleh perawat di rumah:
[baca-juga slug="/2025/09/layanan-perawat-home-care-ngt-kateter-infus.html"]
Layanan Prosedur Klinis Invasif Kritis
Layanan keperawatan di rumah kini mampu menyajikan tindakan invasif dan prosedur teknis yang biasanya hanya dilakukan di fasilitas kesehatan, namun kini disajikan di lingkungan rumah yang lebih nyaman. Semua tindakan ini harus berada di bawah pengawasan tim dokter dan dilaksanakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
[baca-juga slug="/2025/10/prosedur-layanan-perawat-homecare-sop.html"]
1. Kateterisasi Urin
Kateterisasi adalah prosedur medis yang melibatkan pemasangan selang tipis ke kandung kemih untuk mengeringkan urin ketika pasien tidak dapat buang air kecil secara alami. Layanan ini sangat penting bagi pasien dengan masalah mobilitas, disfungsi kandung kemih neurogenik, atau yang berada dalam masa pemulihan pasca operasi.
Jenis dan Prosedur Layanan Kateter:
- Pemasangan, penggantian, dan pelepasan kateter urin.
- Jenis kateter yang dikelola meliputi kateter indwelling (Foley/menetap), intermittent (berselang/relief catheter), atau suprapubic (melalui perut).
- Perawatan kateter harus dilakukan secara profesional, aman, dan higienis. Prosedur ini memerlukan keahlian dan peralatan steril untuk mencegah infeksi dan komplikasi.
Dampak Psikososial: Penggunaan kateter, terutama untuk jangka panjang di rumah, dapat menimbulkan berbagai emosi pada pasien. Ini mencakup perasaan positif seperti rasa percaya diri, kemandirian, dan pemberdayaan. Namun, juga memicu emosi negatif seperti ketakutan terhadap cedera atau infeksi, rasa malu, nyeri, depresi, duka, serta masalah pada citra tubuh dan aktivitas seksual.
2. Pemasangan dan Perawatan Nasogastric Tube (NGT)
Layanan NGT melibatkan pemasangan, penggantian NGT lama, dan pemasangan ulang jika NGT lepas, untuk pemberian nutrisi dan obat-obatan secara enteral.
Perawatan dan Risiko NGT:
- Perawatan NGT di rumah melibatkan pembilasan dengan air setiap selesai pemberian makanan dan obat-obatan untuk mencegah penyumbatan.
- Jika selang terlepas, penyedia layanan kesehatan harus segera dihubungi agar perawat memasukkan kembali selang.
- Penggunaan NGT jangka panjang dapat menyebabkan iritasi dinding lambung atau ulkus nasal/nekrosis akibat penekanan pada area nares. Pasien bayi/anak yang menggunakan NGT dapat mengalami luka pada pipi akibat plester yang menempel, yang perlu ditangani dengan salep yang aman.
3. Terapi Intravena (Infus/IV Therapy)
Pemasangan infus adalah prosedur medis yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh, mencegah dehidrasi, memulihkan volume darah, dan menyalurkan obat-obatan melalui rute intravena dengan laju konstan.
Aspek Keselamatan Prosedural:
- Pemasangan infus harus dilakukan oleh tenaga medis yang terampil sesuai SOP.
- Penting untuk menjaga sterilitas guna mencegah infeksi lokal atau sistemik.
- Komplikasi yang mungkin timbul jika tidak sesuai SOP meliputi nyeri, bengkak, infeksi, hematoma, flebitis, tromboflebitis, atau bahkan emboli udara (gelembung udara masuk ke pembuluh darah).
- Perawat perlu menjelaskan kepada pasien tentang kandungan infus, efek samping, dan sensasi yang mungkin dirasakan.
Jenis Layanan Holistik dan Perawatan Lanjutan
Lingkup perawatan di rumah juga mencakup aspek non-teknis yang esensial untuk pemulihan dan peningkatan kualitas hidup pasien.
1. Perawatan Fungsional dan Rehabilitasi
Layanan ini bertujuan untuk membantu pasien kembali mandiri dan memulihkan fungsi tubuh:
- Perawatan Luka Meliputi perawatan luka bedah, luka laserasi, ulkus diabetik, atau luka kronis lainnya.
- Dukungan Aktivitas Harian (ADLs) Bantuan dalam aktivitas sehari-hari seperti makan, mandi, dan mobilitas.
- Manajemen Obat dan Suntikan Pemberian obat sesuai dosis dan cara yang tepat (termasuk injeksi subkutan).
- Rehabilitasi Medik Mencakup fisioterapi, terapi wicara, terapi menelan, dan terapi okupasi yang dapat dijadwalkan di rumah.
2. Pemantauan Kesehatan dan Edukasi
Perawat Home Care bertugas sebagai penyuluh dan pemantau kondisi pasien:
- Pemantauan Kesehatan Mengecek kondisi pasien secara teratur, termasuk tekanan darah, suhu tubuh, dan kadar oksigen dalam darah (tanda-tanda vital).
- Pendidikan Kesehatan Memberikan informasi mengenai penyakit, pengobatan, dan tips sehat dengan bahasa yang mudah dipahami kepada pasien dan keluarga.
- Perencanaan Perawatan Personal (PCP) Perawat mengembangkan rencana perawatan yang disesuaikan (Personalized Care Plan) berdasarkan asesmen komprehensif terhadap kondisi fisik, emosional, sosial, riwayat medis, dan preferensi pribadi pasien.
3. Dukungan Psikososial
Dukungan emosional sangat penting, terutama bagi pasien yang menggunakan alat invasif dalam jangka panjang.
- Perawat harus menguasai komunikasi efektif dan terapeutik untuk membangun hubungan positif dan kepercayaan dengan klien.
- Perawat perlu memberikan dukungan psikososial yang berkualitas untuk membantu pasien dan keluarga mengatasi kecemasan, stres, dan dampak emosional yang terkait dengan penggunaan alat medis (seperti kateter) yang mempengaruhi citra tubuh dan hubungan interpersonal.
Model Layanan dan Profesionalisme
Layanan perawat di rumah umumnya tersedia dalam dua model, dan wajib didukung oleh profesionalisme tinggi:
- Layanan Kunjungan (Visit Care) Perawat datang ke rumah untuk melakukan tindakan medis atau prosedur tertentu sesuai jadwal (misalnya pasang infus, NGT, atau kateter).
- Layanan Tinggal Bersama (Live-in Care) Perawatan 24 jam di rumah untuk pasien yang membutuhkan pendampingan dan pemantauan kondisi terus-menerus. Kehadiran perawat live-in membuat keluarga merasa lebih tenang karena pasien selalu dalam pengawasan 24 jam penuh.
Semua perawat yang terlibat dalam layanan ini harus memiliki kualifikasi formal (D3, S1, dan Program Profesi Ners), serta memegang Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktik Perawat (SIPP) untuk menjamin praktik yang legal dan etis.
FAQ Seputar Layanan Perawat di Rumah (Home Care)
Siapa yang Berwenang Melakukan Pemasangan Alat Medis Invasif seperti Infus, Kateter, dan NGT di Rumah?
Layanan pemasangan alat medis invasif seperti infus (intravenous cannulation), kateter urin, dan Nasogastric Tube (NGT) di rumah harus dilakukan oleh tenaga medis profesional yang terlatih, yaitu dokter atau perawat home care yang berpengalaman.
Perawat yang menjalankan layanan ini wajib memiliki kualifikasi formal (D3, S1, dan Program Profesi Ners) dan harus memiliki izin praktik resmi, yaitu Surat Tanda Registrasi (STR) serta Surat Izin Praktik Perawat (SIPP). Pemasangan infus dan penyuntikan adalah contoh tindakan medis yang dapat didelegasikan atau dimandatkan kepada perawat sesuai kompetensi. Semua tindakan klinis perawat home care biasanya berada di bawah pengawasan tim dokter.
Apa Risiko Komplikasi Utama dari Pemasangan Alat Medis (Infus dan Kateter) di Rumah, dan Bagaimana Perawat Mencegahnya?
Penggunaan alat medis invasif, seperti infus, kateter urin, dan tabung endotrakeal, merupakan faktor risiko terjadinya Infeksi Nosokomial (Healthcare-Associated Infections / HAIs). Infeksi ini bisa muncul meskipun pasien sudah berada di rumah.
Komplikasi spesifik yang mungkin terjadi meliputi:
- Pemasangan Infus: Nyeri, bengkak, infeksi di lokasi penusukan, flebitis, tromboflebitis, atau komplikasi sistemik seperti emboli udara (masuknya gelembung udara ke pembuluh darah).
- Pemasangan Kateter: Pemasangan yang tidak higienis dapat menjadi sumber infeksi saluran kemih.
Pencegahan dilakukan dengan memastikan prosedur dijalankan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), menjaga sterilitas alat dan lokasi penusukan, dan melakukan penggantian alat sesuai batas waktu yang direkomendasikan (misalnya, infus perifer harus diganti setiap 72-96 jam).
Jika Pasien Menggunakan NGT Jangka Panjang, Apa yang Harus Dilakukan Keluarga Jika Selang Terlepas atau Tersumbat?
Jika selang NGT terlepas, keluarga harus segera menghubungi penyedia layanan kesehatan atau perawat untuk memasukkan kembali selang. Pemasangan ulang NGT termasuk dalam layanan perawat di rumah.
Untuk mencegah penyumbatan NGT, keluarga atau perawat harus:
- Membilas NGT dengan air setiap kali selesai memberikan makanan atau obat-obatan.
- Memastikan obat ditumbuk sehalus mungkin atau menggunakan obat cair.
Perawatan NGT jangka panjang penting dipelajari oleh pasien atau keluarga untuk meningkatkan kualitas perawatan di rumah dan mengurangi ketidaknyamanan.
Selain Perawatan Fisik, Dukungan Holistik dan Emosional Apa yang Diberikan Perawat Home Care kepada Pasien?
Perawatan di rumah bersifat komprehensif dan holistik, mencakup aspek bio-psiko-sosial-spiritual. Dukungan emosional sangat krusial, terutama bagi pasien yang menggunakan alat invasif (seperti kateter atau NGT) dalam jangka waktu lama.
Dampak emosional yang dirasakan pasien pengguna kateter dapat berkisar dari perasaan positif (pemberdayaan, percaya diri) hingga negatif (ketakutan, rasa malu, nyeri, depresi, atau masalah citra tubuh).
Perawat memberikan dukungan melalui:
- Edukasi Kesehatan: Menjelaskan kondisi, pengobatan, dan tips sehat dengan bahasa yang mudah dipahami.
- Komunikasi Terapeutik: Berinteraksi, mendengarkan keluhan pasien dengan empati, dan memberikan dukungan psikologis untuk mengatasi kecemasan atau stres.
- Menjaga Martabat dan Privasi: Memastikan privasi fisik klien selama perawatan intim, seperti mandi atau mengganti popok.
Kapan Sebaiknya Pasien Tidak Menggunakan Layanan Perawat Home Care dan Harus Langsung Dibawa ke UGD?
Layanan Home Care umumnya tidak ditujukan untuk penanganan keadaan darurat medis. Untuk pasien dengan kondisi yang tiba-tiba gawat atau mengancam nyawa atau kecacatan, disarankan untuk langsung dibawa ke UGD atau menghubungi ambulans.
Meskipun demikian, perawat yang melakukan Praktik Keperawatan Mandiri memiliki wewenang untuk memberikan pertolongan pertama pada keadaan kegawatdaruratan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Tujuan pertolongan pertama ini adalah untuk menyelamatkan nyawa Klien dan mencegah kecacatan lebih lanjut.
