Panduan Lengkap 6 Langkah Prosedur Pemberian Makan NGT yang Aman di Rumah

Table of Contents

Memastikan Nutrisi Optimal Panduan Lengkap Prosedur Pemberian Makan NGT

Nasogastric Tube (NGT) adalah selang khusus yang dimasukkan dari hidung langsung ke lambung. Penggunaannya sering bersifat jangka panjang, dan merupakan elemen vital dalam konteks layanan home care bagi pasien yang memerlukan asupan gizi yang memadai. NGT sangat diperlukan bagi pasien yang mengalami kesulitan asupan, gangguan menelan (misalnya akibat stroke), gangguan kesadaran (koma), atau malnutrisi.

Sebagai caregiver atau keluarga, Anda harus mempelajari prosedur pemberian makan NGT secara cermat untuk memastikan keamanan dan untuk meminimalkan risiko komplikasi seperti infeksi atau penyumbatan.

[baca-juga slug="/2025/10/5-alasan-keluarga-cerdas-pilih-ngt-homecare.html"]

Berikut adalah panduan mendalam mengenai prosedur utama pemberian makan NGT yang wajib Anda ikuti.

Panduan 6 Langkah Inti Prosedur Pemberian Makan NGT

Prosedur pemberian makan NGT melibatkan serangkaian enam langkah utama yang berurutan.

1. Persiapan Awal dan Keselamatan Pasien

Dua langkah pertama fokus pada kebersihan dan pencegahan aspirasi:

  1. Cuci Tangan Terlebih Dahulu Langkah ini adalah fondasi pengendalian infeksi. Kebersihan selang dan peralatan makan sangat penting untuk mencegah terjadinya infeksi. Anda harus memastikan selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah mengurus pasien.

  2. Posisikan Pasien Duduk atau Setidaknya 45 Derajat Posisi ini sangat penting untuk mencegah komplikasi gastrointestinal seperti muntah, kembung, nyeri ulu hati, dan tersedak berulang saat makan. Posisi 45° membantu aliran nutrisi terkontrol ke lambung.

2. Inisiasi dan Pelaksanaan Pemberian Nutrisi

Setelah persiapan selesai, barulah Anda memulai pemberian cairan:

  1. Awali dengan Pemberian Air Putih Hangat Langkah inisiasi ini berfungsi untuk memastikan jalur selang bersih dan siap, serta membantu membersihkan sisa-sisa residu dari sesi makan sebelumnya.

  2. Masukkan Cairan Sedikit Demi Sedikit Pemberian secara bertahap ini diperlukan untuk memastikan aliran nutrisi terkontrol dan aman ke lambung pasien. Teknik ini sangat penting untuk membantu mencegah ketidaknyamanan seperti muntah atau kembung yang disebabkan oleh overload lambung.

3. Tindakan Penutup dan Verifikasi

  1. Akhiri dengan Bilasan Air Hangat Setelah selesai memasukkan cairan, tambahkanlah air hangat lagi untuk memastikan tidak ada sisa makanan/minuman yang tersisa (dibilas). Tindakan membilas selang dengan air hangat ini adalah cara utama untuk mencegah penyumbatan atau mampet.

  2. Verifikasi Jadwal dan Petunjuk Dokter Pastikan Anda telah memberi makanan atau minuman sesuai jadwal dan petunjuk dari dokter.

Penting untuk diingat bahwa tidak semua makanan dapat diberikan melalui NGT. Anda dilarang memberikan nasi, bubur, sup, atau minuman panas.

Perawatan Lanjutan dan Manajemen Komplikasi NGT

Prosedur pemberian makan hanya sebagian dari perawatan NGT yang komprehensif di rumah.

Perawatan Harian Selang dan Kebersihan Pasien

  • Mempertahankan Posisi Selang: Selang NGT harus dipertahankan posisinya dengan menggunakan plester, agar tidak tertarik atau keluar ketika pasien berubah posisi, batuk, atau muntah.
  • Perawatan Kulit dan Mulut: Bersihkan kulit di sekitar NGT dengan air hangat dan handuk bersih setiap selesai pemberian makan. Bersihkan kotoran atau cairan di lubang hidung menggunakan cotton bud. Plester harus diganti setidaknya sekali sehari atau jika sudah longgar, kotor, atau basah. Kebersihan gigi dan mulut pasien harus dijaga, baik dengan menyikat gigi (jika pasien mampu) atau dibersihkan oleh caregiver (jika pasien tidak mampu).
  • Penggantian NGT: Penggantian NGT di rumah sebaiknya dijadwalkan secara rutin, biasanya sekali sepekan oleh perawat medis.

Tips Mengatasi Selang NGT Mampet

Penyumbatan NGT adalah komplikasi umum yang ditandai dengan ketidakmampuan memberikan makan, adanya tahanan, atau tumpahnya makanan saat didorong. Penyebab utamanya adalah sisa makanan yang menempel di dinding dan ujung selang.

Jika NGT mampet, sebagai solusi praktis, Anda dapat mencoba mengecek posisi NGT atau melakukan pencucian tabung dengan air hangat. Pastikan air yang digunakan tidak terlalu panas agar tidak merusak tabung.

Jika tabung masih mampet setelah dicoba dicuci dengan air hangat, memanggil perawat menjadi langkah yang bijak. Perawat profesional memiliki keterampilan untuk membersihkan NGT atau menggantinya dengan aman.

Kapan Harus Menghubungi Perawat atau Dokter?

Selain penyumbatan, Anda harus memanggil dokter atau perawat jika pasien mengalami komplikasi NGT lainnya, termasuk:

  • Kemerahan, bengkak, atau iritasi pada lubang hidung.
  • Tersedak berulang saat makan.
  • Selang terlepas.
  • Muntah.
  • Demam.
  • Kembung atau nyeri ulu hati.

Secara keseluruhan, kepatuhan Anda pada setiap langkah prosedur dan perawatan harian NGT adalah kunci untuk memberikan nutrisi yang efektif dan menjamin keselamatan pasien.

FAQ Seputar Prosedur Pemberian Makan NGT

Apa tujuan utama dari penggunaan Nasogastric Tube (NGT)?

Tujuan utama NGT adalah memberikan makanan, obat, dan nutrisi lain kepada pasien yang mengalami kesulitan asupan, seperti karena stroke, gangguan menelan, gangguan kesadaran (koma), atau malnutrisi.

Mengapa saya harus memposisikan pasien duduk minimal 45 derajat?

Posisi ini sangat penting untuk mencegah komplikasi aspirasi. Posisi duduk (45° atau lebih) mengurangi risiko makanan atau cairan kembali naik ke kerongkongan, sehingga mencegah tersedak berulang saat makan.

Apa fungsi dari bilasan air hangat di awal dan di akhir prosedur?

Fungsi bilasan air hangat adalah memastikan jalur selang bersih dan siap di awal, serta mencegah penyumbatan atau mampet di akhir, dengan memastikan tidak ada sisa makanan yang tersisa di dinding selang.

Apakah ada batasan jenis makanan yang boleh diberikan melalui NGT?

Ya. Tidak semua makanan dapat diberikan melalui NGT. Anda dilarang memberikan nasi, bubur, sup, atau minuman panas.

Seberapa sering NGT harus diganti?

Penggantian NGT di rumah sebaiknya dijadwalkan secara rutin, biasanya sekali sepekan oleh perawat medis.