Prosedur Layanan Perawat di Rumah, SOP Pemasangan Infus, Kateter, NGT, dan Etika HC

Table of Contents
Prosedur Layanan Perawat di Rumah, SOP Pemasangan Infus, Kateter, NGT, dan Etika HC

Prosedur Layanan Home Care Komprehensif, Menjamin Keamanan dan Etika dalam Perawatan Medis di Rumah

Perawatan Kesehatan di Rumah (Home Care - HC) adalah pelayanan kesehatan yang berkesinambungan dan komprehensif yang diberikan kepada individu dan keluarga langsung di tempat tinggal mereka. Layanan ini menggabungkan pelayanan keperawatan komunitas dan keterampilan teknis spesialisasi kesehatan. Tujuan utamanya adalah untuk memulihkan kesehatan, memaksimalkan kemandirian klien, dan meminimalkan kecacatan akibat penyakit.

[baca-juga slug="/2025/09/layanan-perawat-home-care-ngt-kateter-infus.html"]

Proses penyelenggaraan layanan ini tidak hanya tentang tindakan klinis, tetapi juga melibatkan manajemen kasus yang terstruktur dan kepatuhan yang ketat terhadap standar profesional, legal, dan etika.

1. Alur Proses dan Manajemen Layanan Home Care

Layanan Home Care merupakan pelayanan yang terencana dan dikoordinasikan oleh penyedia layanan berdasarkan kebutuhan pasien/keluarga. Mekanisme pelayanan Home Care terdiri dari dua tahap utama:

Tahap 1 Proses Pemeriksaan dan Perencanaan Kasus

  1. Penerimaan Pasien Agen Home Care menerima pasien, biasanya dirujuk dari rumah sakit, sarana lain, atau inisiatif keluarga. Layanan ini sangat cocok bagi pasien yang mengalami kesulitan mobilitas atau membutuhkan perawatan jangka panjang.
  2. Penunjukan Manajer Kasus Pimpinan home care menunjuk Manajer Kasus untuk mengelola kasus tersebut.
  3. Pengkajian dan Kesepakatan Manajer kasus melakukan pengkajian dan bersama klien serta keluarga menentukan perencanaan dan membuat surat perjanjian atau kesepakatan layanan yang akan diterima.
  4. Kewajiban Klien Pasien harus mempunyai keluarga yang bertanggung jawab dan bersedia menandatangani persetujuan setelah adanya informasi (Informed Consent) serta membuat perjanjian kerja dengan pengelola perawat.

Tahap 2 Pelaksanaan, Evaluasi, dan Penghentian Layanan

  1. Persiapan Tindakan Perawat harus memastikan identitas pasien, membawa kartu identitas unit kerja, menyiapkan perlengkapan pasien di rumah, dan menyiapkan berkas asuhan keperawatan.
  2. Pelaksanaan Perawat memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuannya. Perawatan langsung dilakukan, diikuti dengan diskusi mengenai kebutuhan rujukan atau kolaborasi.
  3. Dokumentasi Semua kegiatan yang dilakukan harus didokumentasikan.
  4. Rujukan Perawat wajib merujuk klien bila keadaan penyakit memerlukan pelayanan yang lebih spesialistik atau fasilitas yang lebih memadai.
  5. Penghentian Layanan Pelayanan Home Care dihentikan jika tujuannya tercapai, kondisi pasien stabil, program rehabilitasi selesai, keluarga sudah mampu merawat mandiri, pasien menolak layanan lanjutan, dirujuk, atau pasien meninggal dunia.

2. Tindakan Klinis Invasif dan Kepatuhan SOP

Layanan di rumah mencakup tindakan invasif, yang menuntut perawat memiliki keterampilan teknis dan menjamin sterilitas untuk mencegah infeksi dan komplikasi.

[baca-juga slug="/2025/10/layanan-perawat-rumah-infus-ngt-kateter.html"]

A. Pemasangan dan Perawatan Infus (IV Therapy)

Pemasangan infus bertujuan untuk menjaga keseimbangan cairan, mencegah dehidrasi, dan menyalurkan obat-obatan.

  • Prosedur Aman (SOP) Pemasangan infus harus dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) oleh perawat yang terampil dan berpengalaman. Prosedur mencakup persiapan alat yang steril, menentukan area vena, memasang tourniquet, melakukan desinfeksi secara sirkuler, memasukkan IV-cath dengan sudut 20-30°, memastikan tidak ada udara dalam selang infus, dan memasang label tindakan.
  • Risiko Komplikasi Kesalahan prosedur dapat meningkatkan risiko seperti infeksi aliran darah, flebitis (inflamasi pada vena), ekstravasasi (cairan bocor ke jaringan), atau emboli udara (masuknya gelembung udara ke pembuluh darah), yang harus dihindari.

B. Kateterisasi Urin

Layanan ini mencakup pemasangan, penggantian, dan pelepasan kateter urin (seperti jenis indwelling atau Foley).

  • Standar Sterilitas Sebagai prosedur invasif, kateterisasi memerlukan keahlian khusus dan peralatan steril untuk mencegah Infeksi Saluran Kemih (ISK).
  • Dampak Psikososial Penggunaan kateter di rumah sering menimbulkan emosi negatif seperti ketakutan, rasa malu, nyeri, atau masalah citra tubuh. Perawat profesional harus memberikan dukungan psikososial berkualitas.

C. Pemasangan dan Perawatan Nasogastric Tube (NGT)

Layanan NGT meliputi pemasangan baru, penggantian NGT lama, dan pemasangan ulang jika selang terlepas.

  • Perawatan Mandiri Pasien atau keluarga yang menggunakan NGT jangka panjang perlu belajar perawatannya untuk mengurangi masalah seperti selang tersumbat atau longgar.
  • Risiko Prosedural Pemasangan NGT yang salah, misalnya masuk ke paru-paru, sangat berbahaya dan dapat menyebabkan anak membiru dan sulit bersuara, sehingga tindakan ini memerlukan kehati-hatian ekstrem.

3. Etika, Legalitas, dan Komunikasi (Aspek Kualitas)

Proses layanan perawat di rumah harus berpegang teguh pada Etika dan Profesionalitas.

A. Informed Consent (Persetujuan Tindakan)

Informed Consent (IC) bukan sekadar menandatangani formulir, melainkan proses komunikasi efektif yang bertujuan menghargai otonomi pasien.

  • Hak Pasien Pasien berhak mendapatkan informasi dan penjelasan yang memadai mengenai tindakan, tata cara, tujuan, alternatif, risiko, dan komplikasi yang mungkin terjadi.
  • Syarat Sah IC Persetujuan harus diberikan secara spesifik untuk tindakan yang akan dilakukan, diberikan tanpa paksaan (Voluntary), dan diberikan setelah informasi yang cukup (adekuat).
  • Persetujuan untuk Anak/Pasien Tidak Sadar Jika pasien belum dewasa atau tidak sadar, persetujuan harus diminta dari keluarga terdekat (seperti Ayah/Ibu kandung).

B. Komunikasi Efektif dan Dukungan Holistik

Kualitas pelayanan dipengaruhi oleh komunikasi perawat. Komunikasi yang efektif adalah kunci untuk membangun kepercayaan dan hubungan positif.

  • Tahapan Komunikasi Meliputi tahap prainteraksi (persiapan), pengenalan (orientasi dan membangun rasa nyaman), tahap kerja (melakukan tindakan dan edukasi), dan tahap resolusi (meringkas dan merencanakan kunjungan selanjutnya).
  • Prinsip Komunikasi dengan Keluarga Perawat harus menerapkan prinsip keterbukaan, empati, dukungan, dan sikap positif. Mereka juga bertanggung jawab memberi edukasi kesehatan kepada pasien dan keluarga mengenai kondisi pasien dan cara perawatan (misalnya perawatan alat medis atau luka).
  • Kerahasiaan Perawat wajib menjaga kerahasiaan kesehatan klien (Confidentiality), termasuk data rekam medis dan informasi pribadi lainnya.

4. Profesionalisme dan Pencegahan Risiko

Perawat Home Care harus memiliki lisensi praktik resmi (SIPP dan STR) dan menguasai keterampilan klinis serta non-teknis (seperti manajemen waktu dan empati).

Pencegahan risiko (terutama infeksi) merupakan bagian integral dari prosedur HC, terutama karena penggunaan alat invasif (kateter, infus, NGT) adalah faktor risiko Infeksi Nosokomial (Healthcare-Associated Infections/HAIs). Strategi pencegahan infeksi meliputi:

  • Melakukan cuci tangan sesuai rekomendasi WHO (sebelum dan sesudah kontak dengan pasien/lingkungan pasien).
  • Menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti sarung tangan saat kontak dengan cairan tubuh yang terkontaminasi.
  • Menggunakan alat medis sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

FAQ Seputar Proses dan Prosedur Layanan Perawat di Rumah

Apa saja jenis tindakan medis invasif yang dapat dilakukan oleh perawat Home Care di rumah?

Perawat Home Care dapat menyediakan berbagai layanan teknis, termasuk pemasangan alat kesehatan seperti infus (IV therapy), kateter urin (pemasangan, penggantian, pelepasan), dan pemasangan selang nasogastrik (NGT). Tindakan injeksi dan perawatan luka juga merupakan bagian dari layanan.

Mengapa Informed Consent (Persetujuan Tindakan) sangat penting dalam Home Care?

Informed Consent sangat penting karena merupakan proses komunikasi dan persetujuan legal/etis yang menghormati Otonomi klien—hak klien untuk membuat keputusan sendiri. Perawat harus menjelaskan semua risiko, manfaat, dan alternatif tindakan agar persetujuan diberikan secara sukarela (Voluntary) dan memadai (adekuat).

Bagaimana perawat Home Care menjamin keamanan saat melakukan prosedur invasif seperti pemasangan infus atau kateter?

Perawat Home Care wajib melakukan tindakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku dan mengupayakan sterilitas dalam penggunaan alat dan set yang steril untuk mencegah komplikasi seperti infeksi, flebitis, atau emboli udara. Profesionalisme perawat juga didukung oleh pelatihan dan lisensi praktik resmi (STR/SIPP).

Berapa lama umumnya proses pemasangan kateter di rumah berlangsung?

Lama proses pemasangan kateter urin umumnya bervariasi tergantung pada jenis kateter, pengalaman perawat, dan kondisi spesifik pasien. Secara umum, prosedur ini dapat memakan waktu sekitar 15 hingga 30 menit.

Apa yang harus dilakukan keluarga jika selang NGT atau Kateter terlepas di rumah?

Jika selang NGT terlepas, penyedia layanan kesehatan atau perawat Home Care harus segera dihubungi agar perawat dapat memasukkan kembali selang tersebut. Penting bagi keluarga yang merawat pasien dengan NGT jangka panjang untuk mempelajari perawatannya guna mengurangi masalah tersumbat atau longgar.