Jaga di RS vs Home Care, Memahami Standar dan Risiko Layanan Medis Kritis (NGT, Infus, Kateter)
Jaga di RS vs Home Care, Memahami Standar dan Risiko Layanan Medis Kritis (NGT, Infus, Kateter)
Perawatan di Rumah Sakit (Jaga di RS) secara historis merupakan lingkungan utama untuk pemberian layanan kesehatan yang intensif dan kompleks. Namun, seiring berkembangnya waktu, banyak prosedur teknis, seperti pemasangan alat kesehatan invasif, kini dapat dilakukan melalui Layanan Kesehatan di Rumah (Home Care), yang menawarkan kenyamanan dan efisiensi biaya yang lebih besar bagi pasien jangka panjang. Meskipun demikian, peran Rumah Sakit tetap fundamental, terutama dalam menangani kasus kritis, risiko komplikasi, dan sebagai pusat rujukan bagi tindakan yang memerlukan keahlian tertinggi.
Rumah Sakit sebagai Sentra Tindakan Kritis dan Pengelolaan Risiko
Layanan yang diberikan di Rumah Sakit memiliki karakteristik intensif dan dilengkapi fasilitas medis canggih yang tidak dimiliki oleh perawatan di rumah. Namun, lingkungan rumah sakit juga membawa tantangan signifikan:
- Risiko Infeksi Nosokomial (HAIs): Rumah sakit adalah lingkungan yang padat, dan keberadaan bakteri serta virus meningkatkan risiko terjadinya infeksi nosokomial (HAIs). Infeksi ini bisa didapat selama perawatan di RS tetapi bermanifestasi setelah pasien pulang. Pencegahan infeksi ini adalah tantangan besar, yang memerlukan kepatuhan terhadap standar kebersihan lingkungan dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai SOP oleh staf.
- Penanganan Prosedur Berisiko Tinggi: Tindakan kedokteran yang mengandung risiko tinggi, yang dapat mengakibatkan kematian atau kecacatan, memerlukan penjelasan dan persetujuan dari pasien atau keluarga terdekat (Informed Consent). Dokumen persetujuan/penolakan harus ditandatangani dan disimpan dalam rekam medis.
- Kebutuhan Keahlian Khusus: Kasus-kasus yang memerlukan penanganan invasif dan berulang, seperti pemasangan selang makan (Nasogastric Tube / NGT), sering kali dilakukan atau diawasi oleh dokter di lingkungan rumah sakit/klinik (misalnya di RSCM Kencana). Bahkan dalam kasus darurat, disarankan mencari Rumah Sakit yang memiliki ruang perawatan intensif anak (PICU/NICU) karena susternya dinilai sudah sangat terlatih untuk pasang NGT.
Jenis Layanan Medis Invasif, Tantangan NGT, Infus, dan Kateter
Tiga jenis layanan teknis utama yang seringkali menuntut standar profesional tinggi, baik dilakukan di RS maupun dialihkan ke Home Care, adalah pemasangan NGT, Infus, dan Kateter:
1. Pemasangan Nasogastric Tube (NGT)
NGT adalah alat yang digunakan untuk pasien yang mengalami kekurangan gizi atau yang tidak dapat menelan.
- Komplikasi Pemasangan di RS: Pemasangan NGT memiliki risiko malposisi, di mana selang mungkin masuk ke paru-paru (trakea) atau menggulung di faring, yang dapat menyebabkan kesulitan bernapas, sianosis, atau henti napas. Kasus kesalahan pemasangan ini dapat menimbulkan trauma mendalam bagi keluarga pasien.
- Komplikasi Jangka Panjang: NGT yang terpasang dalam jangka panjang dapat menyebabkan iritasi dinding lambung, pendarahan saluran cerna, atau ulkus nasal/nekrosis pada area hidung.
- Edukasi dan Pelimpahan Tugas: Di beberapa negara, orang tua yang anaknya menggunakan NGT jangka panjang diminta untuk belajar memasang NGT sendiri. Jika pasien pulang dari RS masih memerlukan NGT jangka panjang, pasien atau keluarga perlu belajar perawatannya (seperti membilas selang dengan air hangat 30-50cc setelah pemberian makan/obat) untuk meningkatkan kualitas perawatan di rumah dan mengurangi masalah selang tersumbat atau longgar.
2. Pemasangan Kateter Urin
Kateterisasi urin adalah prosedur memasukkan selang ke dalam saluran kemih untuk membantu proses buang air kecil, seperti pada kondisi retensi urin atau inkontinensia urin.
- Risiko: Prosedur ini bersifat invasif dan jika tidak dilakukan dengan hati-hati oleh tenaga medis berpengalaman menggunakan prosedur yang benar dan set steril, dapat menjadi sumber infeksi (Infeksi Saluran Kemih).
- Dampak Psikososial: Penggunaan kateter di rumah dapat menimbulkan dampak emosional negatif pada pasien, seperti rasa takut, malu, nyeri, depresi, atau masalah citra tubuh dan aktivitas seksual. Oleh karena itu, dukungan psikososial yang berkualitas sangat dibutuhkan.
3. Pemasangan Infus (Terapi Intravena)
Infus adalah tindakan memasukkan cairan atau obat ke dalam tubuh melalui rute intravena dengan laju konstan.
- Kebutuhan Profesional: Pemasangan infus harus dilakukan sesuai SOP untuk menghindari komplikasi berat seperti infeksi di lokasi penusukan, perdarahan (hemoragik), atau komplikasi sistemik seperti emboli udara.
- Wewenang Perawat: Pemasangan infus (intravenous cannulation) merupakan tindakan medis yang dapat dilakukan oleh perawat berdasarkan pelimpahan wewenang secara delegatif dari dokter.
Home Care Sebagai Kelanjutan Layanan RS di Lingkungan yang Nyaman
Tren layanan kesehatan menunjukkan adanya pergeseran ke Home Care (HC) sebagai pelayanan kesehatan yang berkesinambungan dan komprehensif di tempat tinggal klien.
- Keuntungan HC: HC dianggap lebih optimal dan terjangkau, terutama untuk perawatan jangka panjang, karena dapat meringankan biaya rawat inap yang mahal (biaya kamar, akomodasi, transportasi). Pasien merasa lebih nyaman, pulih lebih cepat karena dukungan emosional, dan memiliki privasi serta kontrol yang lebih besar atas perawatan mereka.
- Integrasi Layanan: Layanan Home Care kini mencakup prosedur teknis yang dulunya hanya dilakukan di RS, termasuk pemasangan/penggantian infus, NGT, dan kateter urin.
- Dukungan di Kedua Tatanan: Bahkan, beberapa penyedia Home Care secara eksplisit menawarkan layanan perawat untuk rawat inap di rumah sakit juga (Jaga di RS), menunjukkan adanya integrasi profesional yang meluas.
Profesionalisme dan Legalitas
Baik Jaga di RS maupun Home Care, standar profesional yang ketat harus dipenuhi:
- Kualifikasi Perawat: Perawat wajib memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktik Perawat (SIPP) yang berlaku. Perawat praktik mandiri (termasuk HC) harus memiliki kualifikasi pendidikan paling rendah profesi Ners.
- Etika Inti: Perawat wajib mematuhi kode etik keperawatan, termasuk:
- Autonomy (menghargai hak klien membuat keputusan).
- Non-Maleficence (tidak menyebabkan bahaya fisik atau psikologis).
- Kerahasiaan (menjaga privasi pasien, termasuk rekam medis dan identitas).
- Dukungan Keluarga: Komunikasi yang efektif dalam Home Care (verbal, non-verbal, tertulis) sangat penting untuk membangun hubungan positif dan melibatkan keluarga secara aktif dalam perawatan. Perawat harus jujur (veracity) dalam menyampaikan kondisi pasien kepada keluarga.
FAQ Mengenai Layanan Medis Kritis
Apa risiko utama dari prosedur invasif (NGT, Kateter, Infus) yang harus diketahui pasien?
Risiko utama termasuk infeksi lokal di tempat pemasangan, infeksi nosokomial/HAIs (terutama dengan kateter dan infus), serta komplikasi prosedural seperti malposisi selang NGT yang dapat menyebabkan pneumonia aspirasi atau gangguan pernapasan, perdarahan (hemoragik), atau emboli udara akibat pemasangan infus yang tidak sesuai SOP.
Mengapa Rumah Sakit tetap menjadi pilihan utama untuk Jaga di RS dibandingkan Home Care?
Rumah Sakit menyediakan perawatan intensif dan layanan darurat 24/7. Untuk kondisi medis yang serius atau memerlukan peralatan medis canggih dan rencana pengobatan terpadu yang komprehensif, Rumah Sakit adalah pilihan terbaik. Selain itu, prosedur yang sangat berisiko tinggi (misalnya pemasangan NGT yang berpotensi komplikasi berat) sebaiknya dilakukan oleh perawat spesialis terlatih di unit khusus RS.
Apa saja manfaat utama bagi pasien yang memilih Layanan Home Care untuk perawatan teknis jangka panjang?
Manfaat utamanya meliputi biaya yang lebih terjangkau dibandingkan rawat inap, pemulihan yang lebih cepat karena pasien berada di lingkungan yang nyaman, mendapatkan perhatian individual yang lebih intensif, dan peningkatan kemandirian serta kontrol pasien atas perawatan mereka. Layanan HC juga memberikan dukungan emosional kepada pasien dan keluarga.
Siapa yang berwenang melakukan pemasangan Kateter, Infus, atau NGT di rumah?
Pemasangan alat-alat kesehatan invasif ini, seperti kateter, infus, atau NGT, harus dilakukan oleh tenaga medis profesional yang terlatih dan berpengalaman, seperti dokter atau perawat, yang wajib memiliki lisensi dan sertifikasi (STR/SIPP). Tindakan ini memerlukan prosedur yang benar dan set yang steril untuk mencegah infeksi dan komplikasi.
Selain keterampilan teknis, keahlian non-teknis apa yang ditekankan untuk perawat yang memberikan layanan NGT/Kateter?
Perawat harus memiliki keterampilan non-teknis seperti komunikasi yang baik, kesabaran, dan empati, terutama karena prosedur seperti pemasangan kateter dapat menimbulkan dampak emosional dan masalah citra tubuh pada pasien. Perawat juga harus memberikan dukungan psikososial yang berkualitas kepada pasien dan keluarga.
